Facebook

Pengantar Kepribadian Tripologi IMMANUEL KANT dan Contoh dalam kehidupan Nyata


I. Pengertian Kepribadian
Kepribadian adalah ilmu yang mempelajari tentang upaya sistematis untuk mengungkapkan dan menjelaskan pola yang teratur dalam pikiran, perasaan, dan perilaku nyata manusia yang mempengaruhi kehidupannya.

II. Teori kepribadian menurut Immanuel Kant.
Ada 2 pengertian watak  (Character menurut ), yaitu :

  1. Watak dalam arti etis atau normatif, yang terutama dikupasnya dalam "kritik der  praktischen Vernunft.
  2. Watak sebagai kulitas-kulitas yang membedakan orang yang satu dengan yang lain secara khas (watak dalam arti deskritif atau kepribadian) yang terutama dikupas dalam Antropologie.
Disamping yang dua hal itu Kant mengemukakan kualitas yamg ketiga, yaitu Temperamen. Temperamen dianggapnya sebagai corak  kepekaan atau sinneart, sedangkan character dipandangnya sebagai corak pikiran atau Denkungsart.

Temperamen dianggap ada 2 aspek:

  1. Aspek fisiologis : Yaitu konstitusi tubuh  , kompleks atau susunan cairan-cairan  jasmaniah
  2. Aspek psikologis : kecenderungan-kecenderungan kejiwaan yang disebabkan  oleh  komposisi darah
Lalu Aspek psikologi dibagi lagi 2 aspek :
  1. Temperamen Perasaan : sanguinis dan melankolis.
  2. Temperamen kegiatan : koleris dan plegmatis.

Sanguinis (Darah Ringan)
ditandai dengan sifat yang mudah dan kuat menerima kesan (pengaruh kejiwaan), tetapi tidak mendalam dan tidak tahan lama. Sifat khas :
  1. Suasana perasaannya selalu penuh harapan, segala sesuatu pada suatu waktu dipandang penting , tetapi sebentar kemudia tidak dipikirkannya lagi, sering berjanji tapi tidak tepati karna tak dipikirkan secara mendalam apakah dia dapat memenuhi atau tidaknya.
  2. Senang menolong orang tapi tidak bisa dijadikan sandaran.
  3. Ramah dan periang.
  4. Umumnya bukan penakut, tetapi kalau bersalah susah bertaubat, menyesal tapi sesal itu mudah lenyap.
Melankolis (Darah Berat)
  1. Semua hal dalam dirinya dianggap penting dan selalu disertai dengan kebimbangan.
  2. Tidak mudah membuat janji karna dia berusaha untuk menepati bukan karena moral tetapi jiwanya akan risau jika tidak ditepati, hal ii juga menyebabkan dirinya kurang percaya dan tidak mudah menerima keramatamahan orang lain.
  3. Perhatiannya tertuju pada kesukaran-kesukarannya.
  4. Suasana perasaan bertentangan dengan sanguinis, hal ini mengurangi kepuasaan akan keadaannya dan kurang dapat melihat kesenangan orang lain lekas bosan kecuali dalam permainan atau hiburan
Koleris (darah panas)
  1. Lekas terbakar tapi lekas juga padam tanpa membenci.
  2. Tindakannya cepat tapi tidak konstant.
  3. Selalu sibuk, kesibukannya tapi lebih suka memerintah daripada mengerjakan sendiri.
  4. Nafsunya terutama ialah mengejar kehormatannya agar dipuji orang lain.
  5. Suka bermurah hati dan melindungi, tetapi bukan karna sayang kepada orang laintetapi karena sayang pada dirinya, karena dengan berbuat demikian itu dia mendapat penghargaan.
  6. Dalam berpakaian selalu cermat dan rapi, karena dengan demikian nampak lebih cendekia daripada yang sebenarnya
Sanguinis ( darah dingin )  
Phelegma berarti ketidaklembaman,  jadi berarti tidak malas. Kelemahannya cenderung ketidakpekaan , ketidakpekaan ini menyebabkannya adanya kecenderungan ke arah kejemuan dan mengantuk. Kekuatannya tidak mudah bergerak tetapi sekali bergerak  bertahan lama.

Sifat khas :

  1. Lambat menjadi panas, tetapi panasnya tahan lama.
  2. Tidak mudah marah.
  3. Darah yang dingin tak pernah dirisaukannya
  4. Cocok untuk tugas ilmiah
Ternyata pecandraan ini nantinya besar pengaruh terhadap ahli-ahli yang lebih kemudian. Ada satu hal lagi menurut Kant, haanya ada satu tempramen, tak ada temperamen campuran, karena:
  1. Tempramen yang bertentangan tak mungkin berkombinasi , jadi tak ada kombinasi sanguinis-melankolis dan koleris-phlegmatis.
  2.  Kombinasi-kombinasi yang lai,  seprti kombinasi sanguinis dan kholeris atau melankolis dengan phlegmatis akan saling menetralkan, jadi tak mungkin ada.
III.    Contoh dalam kehidupan nyata
Saya akan memberikan contoh mengenai
  1. Temperament Sanguinis (orang dengan darah ringan), suasana perasaan penuh dengan harapan. Pada tahun 2012 saya mempunyai sebuah harapan ingin menjadi pembisnis muda dengan memulai bisnis kecil-kecilan yaitu menjual alat tulis  mengunakan media social yaitu BBM dengan bentuk-bentuk lucu dan unik. saya berusaha dengan cara mencari barang-barang tersebut kepasar dengan harapan mendapatkan barang yang unik agar dapat terjual habis namun pada tahun2013 bisnis itupun harus berhenti menjual alat tulis karena pembelian alat tulis tersebut menurun sehingga tidak mengembalikan harga modal yang saya keluarkan sehingga saya berusaha kembali pada tahun 2014 dengan menjual pakaian online dengan sabar dan telaten akhirnya saya bisa memenuhi target saya sebagai pembisnis tidak sampai disitu akhirnya saya dapat membuka rumah makan sendiri. Akhirnya harapan yang saya inginkan pelan-pelan mulai terwujud.
  2. Melankonis ( Darah Berat) Kebimbangan, Waktu saya masuk Sekolah Menegah Atas saya di berikan 2 pilihan jurusan yaitu IPA dan IPS . saya awalnya ingin mencoba masuk kelas IPA namun saya bimbang karena saya takut tidak bisa mengikuti pelajaran di kelas tersebut. Akhirnya saya berpaling ke kelas IPS yang mungkin bisa meyakinkan saya untuk dapat mengikuti pelajaran di kelas tersebut. Akhirnya saya dapat mengikuti pelajaran kelas IPS sampai selesai.
  3. Koleris (darah panas)Lekas terbakar tapi lekas juga padam tanpa membenci.Saya selalu membuat ibu saya emosi karena saya orangnya suka menaruh barang dengan sembarang tempat. ibu saya merupakan orang yang rapi dengan barang sehingga ibu saya selalu marah dengan saya.namun kemarahan itu tidak lama setelah sekian menit kemarahan itu pun padam. Walapun saya selalu mengulangi hal-hal tersebut ibu saya tetap sabar dan selalu memberitahu saya yang terbaik untuk saya.
  4. Sanguinis ( darah dingin ) Tidak mudah marah, Pada waktu saya SD saya memiliki teman perempuan yang memiliki badan tidak seperti teman-teman sebaya saya badan dia sangat tinggi dan besar. Kami selalu ngatain perempuan tesebut dengan sebutan gorilla atu raksasa namun perempuan ini tidak pernah marah atau tersinggung dengan apa yang teman-teman dan saya katakan kepada dia. Saya juga bingung kenapa dia seperti tidak mempunyai perasaan saat kami selalu ngatain dia. Selanjutnya

I. Pengertian Kepribadian
Kepribadian adalah ilmu yang mempelajari tentang upaya sistematis untuk mengungkapkan dan menjelaskan pola yang teratur dalam pikiran, perasaan, dan perilaku nyata manusia yang mempengaruhi kehidupannya.

II. Teori kepribadian menurut Immanuel Kant.
Ada 2 pengertian watak  (Character menurut ), yaitu :

  1. Watak dalam arti etis atau normatif, yang terutama dikupasnya dalam "kritik der  praktischen Vernunft.
  2. Watak sebagai kulitas-kulitas yang membedakan orang yang satu dengan yang lain secara khas (watak dalam arti deskritif atau kepribadian) yang terutama dikupas dalam Antropologie.
Disamping yang dua hal itu Kant mengemukakan kualitas yamg ketiga, yaitu Temperamen. Temperamen dianggapnya sebagai corak  kepekaan atau sinneart, sedangkan character dipandangnya sebagai corak pikiran atau Denkungsart.

Temperamen dianggap ada 2 aspek:

  1. Aspek fisiologis : Yaitu konstitusi tubuh  , kompleks atau susunan cairan-cairan  jasmaniah
  2. Aspek psikologis : kecenderungan-kecenderungan kejiwaan yang disebabkan  oleh  komposisi darah
Lalu Aspek psikologi dibagi lagi 2 aspek :
  1. Temperamen Perasaan : sanguinis dan melankolis.
  2. Temperamen kegiatan : koleris dan plegmatis.

Sanguinis (Darah Ringan)
ditandai dengan sifat yang mudah dan kuat menerima kesan (pengaruh kejiwaan), tetapi tidak mendalam dan tidak tahan lama. Sifat khas :
  1. Suasana perasaannya selalu penuh harapan, segala sesuatu pada suatu waktu dipandang penting , tetapi sebentar kemudia tidak dipikirkannya lagi, sering berjanji tapi tidak tepati karna tak dipikirkan secara mendalam apakah dia dapat memenuhi atau tidaknya.
  2. Senang menolong orang tapi tidak bisa dijadikan sandaran.
  3. Ramah dan periang.
  4. Umumnya bukan penakut, tetapi kalau bersalah susah bertaubat, menyesal tapi sesal itu mudah lenyap.
Melankolis (Darah Berat)
  1. Semua hal dalam dirinya dianggap penting dan selalu disertai dengan kebimbangan.
  2. Tidak mudah membuat janji karna dia berusaha untuk menepati bukan karena moral tetapi jiwanya akan risau jika tidak ditepati, hal ii juga menyebabkan dirinya kurang percaya dan tidak mudah menerima keramatamahan orang lain.
  3. Perhatiannya tertuju pada kesukaran-kesukarannya.
  4. Suasana perasaan bertentangan dengan sanguinis, hal ini mengurangi kepuasaan akan keadaannya dan kurang dapat melihat kesenangan orang lain lekas bosan kecuali dalam permainan atau hiburan
Koleris (darah panas)
  1. Lekas terbakar tapi lekas juga padam tanpa membenci.
  2. Tindakannya cepat tapi tidak konstant.
  3. Selalu sibuk, kesibukannya tapi lebih suka memerintah daripada mengerjakan sendiri.
  4. Nafsunya terutama ialah mengejar kehormatannya agar dipuji orang lain.
  5. Suka bermurah hati dan melindungi, tetapi bukan karna sayang kepada orang laintetapi karena sayang pada dirinya, karena dengan berbuat demikian itu dia mendapat penghargaan.
  6. Dalam berpakaian selalu cermat dan rapi, karena dengan demikian nampak lebih cendekia daripada yang sebenarnya
Sanguinis ( darah dingin )  
Phelegma berarti ketidaklembaman,  jadi berarti tidak malas. Kelemahannya cenderung ketidakpekaan , ketidakpekaan ini menyebabkannya adanya kecenderungan ke arah kejemuan dan mengantuk. Kekuatannya tidak mudah bergerak tetapi sekali bergerak  bertahan lama.

Sifat khas :

  1. Lambat menjadi panas, tetapi panasnya tahan lama.
  2. Tidak mudah marah.
  3. Darah yang dingin tak pernah dirisaukannya
  4. Cocok untuk tugas ilmiah
Ternyata pecandraan ini nantinya besar pengaruh terhadap ahli-ahli yang lebih kemudian. Ada satu hal lagi menurut Kant, haanya ada satu tempramen, tak ada temperamen campuran, karena:
  1. Tempramen yang bertentangan tak mungkin berkombinasi , jadi tak ada kombinasi sanguinis-melankolis dan koleris-phlegmatis.
  2.  Kombinasi-kombinasi yang lai,  seprti kombinasi sanguinis dan kholeris atau melankolis dengan phlegmatis akan saling menetralkan, jadi tak mungkin ada.
III.    Contoh dalam kehidupan nyata
Saya akan memberikan contoh mengenai
  1. Temperament Sanguinis (orang dengan darah ringan), suasana perasaan penuh dengan harapan. Pada tahun 2012 saya mempunyai sebuah harapan ingin menjadi pembisnis muda dengan memulai bisnis kecil-kecilan yaitu menjual alat tulis  mengunakan media social yaitu BBM dengan bentuk-bentuk lucu dan unik. saya berusaha dengan cara mencari barang-barang tersebut kepasar dengan harapan mendapatkan barang yang unik agar dapat terjual habis namun pada tahun2013 bisnis itupun harus berhenti menjual alat tulis karena pembelian alat tulis tersebut menurun sehingga tidak mengembalikan harga modal yang saya keluarkan sehingga saya berusaha kembali pada tahun 2014 dengan menjual pakaian online dengan sabar dan telaten akhirnya saya bisa memenuhi target saya sebagai pembisnis tidak sampai disitu akhirnya saya dapat membuka rumah makan sendiri. Akhirnya harapan yang saya inginkan pelan-pelan mulai terwujud.
  2. Melankonis ( Darah Berat) Kebimbangan, Waktu saya masuk Sekolah Menegah Atas saya di berikan 2 pilihan jurusan yaitu IPA dan IPS . saya awalnya ingin mencoba masuk kelas IPA namun saya bimbang karena saya takut tidak bisa mengikuti pelajaran di kelas tersebut. Akhirnya saya berpaling ke kelas IPS yang mungkin bisa meyakinkan saya untuk dapat mengikuti pelajaran di kelas tersebut. Akhirnya saya dapat mengikuti pelajaran kelas IPS sampai selesai.
  3. Koleris (darah panas)Lekas terbakar tapi lekas juga padam tanpa membenci.Saya selalu membuat ibu saya emosi karena saya orangnya suka menaruh barang dengan sembarang tempat. ibu saya merupakan orang yang rapi dengan barang sehingga ibu saya selalu marah dengan saya.namun kemarahan itu tidak lama setelah sekian menit kemarahan itu pun padam. Walapun saya selalu mengulangi hal-hal tersebut ibu saya tetap sabar dan selalu memberitahu saya yang terbaik untuk saya.
  4. Sanguinis ( darah dingin ) Tidak mudah marah, Pada waktu saya SD saya memiliki teman perempuan yang memiliki badan tidak seperti teman-teman sebaya saya badan dia sangat tinggi dan besar. Kami selalu ngatain perempuan tesebut dengan sebutan gorilla atu raksasa namun perempuan ini tidak pernah marah atau tersinggung dengan apa yang teman-teman dan saya katakan kepada dia. Saya juga bingung kenapa dia seperti tidak mempunyai perasaan saat kami selalu ngatain dia. Selanjutnya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Pengantar Kepribadian Tripologi IMMANUEL KANT dan Contoh dalam kehidupan Nyata"

Post a Comment