Showing posts with label Pelajaran Biologi. Show all posts
Showing posts with label Pelajaran Biologi. Show all posts
Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia

Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia

Gambar Perumbuhan dan perkembangan manusia

a. Masa bayi (2 minggu– 2 tahun)
Secara bertahap, bayi belajar mengendalikan ototnya agar dapat bergantung pada dirinya sendiri. Sistem saraf mulai berkembang mendukung perkembangan otot untuk membentuk sistem kesadaran awal. Kapasitas otak meningkat untuk memicu aktivitas respon, terutama merespon pada hal-hal yang dilihat.

b. Masa kanak-kanak (2 tahun–pubertas/remaja)
Masa kanak-kanak, Masa ini merupakan masa prasekolah/prakelompok. Anak mulai berusaha mengendalikan lingkungannya dan menyesuaikan diri secara sosial. Keterampilan fisik sudah mulai tampak berupa aktivitas aktif.

c. Masa remaja atau pubertas
Pubertas merupakan masa yang tumpang tindih antara masa akhir kanak-kanak dan masa remaja awal. Masa puber berlangsung antara usia 11–15 tahun pada wanita dan 12–16 tahun pada laki-laki. Pada masa ini, perubahan fisik yang cukup nyata terjadi terutama pada wanita.

Ciri-ciri Pubertas pada Laki-laki
Ciri pubertas pada laki-laki berarti dimulainya produksi sperma (sel kelamin jantan) dari kematangan organ reproduksi. Tanda kematangan organ reproduksi ini adalah peristiwa “mimpi basah” yang dialami oleh setiap laki-laki.
Tanda-tanda kelamin sekunder yang muncul, yaitu menguatnya otot-otot tubuh, bertambahnya ukuran tulang menjadikan tubuh bertambah tinggi dan besar. Selain itu, rambut-rambut halus, seperti kumis, di ketiak atau pubis (rambut kemaluan) mulai tumbuh, dan suara menjadi terdengar lebih berat.

Ciri-ciri Pubertas pada Wanita
Bagi wanita, perubahan fisik yang terjadi, yaitu pinggul dan payudara membesar, kematangan organ reproduksi, serta tumbuh rambut halus di area kemaluan. Selain itu, haid (mentruasi) terjadi pertama kali pada usia 10–16 tahun. Saat haid pertama kali datang dinamakan menarche, yaitu puncak dari serangkaian perubahan seorang gadis yang sedang menginjak dewasa.
Perubahan timbul karena serangkaian interaksi antara beberapa kelenjar di dalam tubuh. Pengendali utama haid adalah hypothalamus.

d. Masa dewasa
Masa dewasa merupakan masa pertumbuhan fisik berhenti. Organ-organ tubuh telah mengalami kematangan termasuk tingkat berpikir dan mentalnya. Pada masa ini, setiap manusia biasanya berpikir untuk mencari pekerjaan, menikah, dan menjalani tugas kehidupannya dengan baik

e. Masa tua (manula)
Masa ini ditandai dengan terjadinya penurunan fungsi fisiologis organ-organ tubuh. Kulit mulai berubah menjadi keriput dan rambut berubah menjadi putih (uban). Kerja sel-sel tulang pun mulai tidak aktif sehingga rentan akan osteoporosis (tulang rapuh).
Pada masa ini, wanita akan mengalami menopause, yaitu berhentinya fungsi organ reproduksi yang ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi.
Secara terus menerus, penuaan fisik berlanjut, keseimbangan serta fungsi alat-alat tubuh tidak berjalan dengan baik sampai mengalami kematian.

Ciri-ciri tumbuhan dan berdasarkan perantara penyerbukannya

Ciri-ciri tumbuhan dan berdasarkan perantara penyerbukannya

Setiap tamanan atau bunga memiliki cara yang berbeda-beda dalam hal Penyerbukan diantaranya menggunakan perantara sebagai berikut:
1. Anemogami: penyerbukan yang disebabkan oleh angin.
     Ciri-ciri tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin ialah:
  • Bunganya tidak bermahkota
  • Serbuk sarinya bergantungan kedudukannya
  • Serbuk sarinya banyak dan ringan
  • kepala putiknya besar.

2. Zoidiogami: penyerbukan yang dibantu oleh hewan.
    Berdasarkan jenis hewannya dapat dibedakan lagi menjadi:

- Entomogami: Penyebabnya adalah serangga. Tumbuhan yang penyerbukannya
  memerlukan   bantuan serangga umumnya mempunyai ciri-ciri:
  • Mahkota bunga berwarna mencolok
  • Mengeluarkan bau yang khas
  • Mempunyai kelenjar madu

- Ornitogami: penyerbukan karena bantuan burung, terjadi pada tumbuhan yang
  bunganya mengandung madu atau air.

- Kiropterogami: penyerbukan karena bantuan kelelawar, terjadi pada tumbuhan yang 
  bunganya mekar pada malam hari.

- Malakogami: penyerbukan karena bantuan siput, terjadi pada tumbuhan yang banyak 
  dilekati siput.

3. Hidrogami: penyerbukan karena bantuan air. Ini pada umumnya terjadi pada tumbuhan 
    yang hidup di dalam air, misalnya Hydrilla.


4. Antropogami: disebut juga penyerbukan buatan atau sengaja, yaitu penyerbukan karena bantuan manusia. Hal ini dilakukan oleh manusia karena tidak terdapatnya vektor yang dapat membantu penyerbukan.

Contohnya, tumbuhan vanili.

A.  Penyerbukan dengan perantara angin (Anemofili)
Ciri-ciri nya: jumlah serbuk sarinya banyak,ringan,kecil,lembut dan kering,tak berlekatan sehingga mudah diterbangkan angin.putiknya tidak tersembunyi dan panjang,kepala putik berbentuk seperti bulu ayam atau benang. Bunga seringkali tidak mempunyai perhiasan bunga (Kelopak danmahkota) atau memilikinya tereduksi (mengecil).Tempat bunga tidak tersembunyi dan warna bunga tidak menarik. Contoh: tumbuhan kelapa dan jagung.

B. Penyerbukan dengan perantara air (hidrofili)
Penyerbukan dengan cara ini hanya mungkin terjadi pada tumbuhan yang hidup di air ,baik yang hidup di air tawar dn air laut contoh: Hydrillia verticillata.

C. Penyerbukan dengan perantara hewan (Zoodiofili)
Penyerbukan dengan cara ini pun memiliki bermacam-macam cara di antaranya:
  • Penyerbukan dengan perantara serangga (Entomofili), Serbuk sari berlendir agar mudah melekat di tubuh serangga. Bunganya berwarna-warni untuk menarik serangga.Baunya harum, terdapat kalenjer madu di dalanmnbya, putiknya tersembunyi dan berlendir. Kupu-kupu, lebah, kumbang dan lalat akan datang mengisap madu dan serbuk sari akan menempel di tubuhnya. Ketika serangga tersebut hinggap di bunga lain yang sejenis maka akan terjadi penyerbukan. 
  • Penyerbukan dengan perantara burung (Ornitofili), Contoh: burung yang jadi polinator yaitu kutilang, cucak rawa, kolibri.Tumbuhan yang sering dikunjungi burung misalnya dadap dan randu hutan. 
  • Penyerbukan dengan perantara kelelewar (Kiropterofili), Hewan ini menjalin perantara penyerbukan terutama untuk pohon yang bunganya mekar sore atau malam hari.
  • Penyerbukan dengan perantara siput (malakofili), Siput dapat menjadi polinator pada bunga yang memiliki putik dan kotak sari dengan kedudukan hampir atau sama tinggi, seperti pada bunga Rhodea japonica dan aracheae.Siput akan merambat pada permukaan bunba, membawa serta serbuk sari yang menempel di kakinya yang berlendir menuju putik.