Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts
cerita rakyat Serunting Sakti atau dikenal Si Pahit Lidah

cerita rakyat Serunting Sakti atau dikenal Si Pahit Lidah

       


Pada zaman dahulu di kenal dengan  menceritakan tentang seorang Pangeran dari daerah Sumidang yang bernama Pangeran Serunting. Pangeran Serunting merupakan anak dari seorang raksasa bernama Putri Tenggang.

Diceritakan bahwa sang pangeran berseteru dengan adik iparnya, Aria Tebing, yang dipicu oleh perasaan iri sang pangeran. Pangeran Serunting dan Aria Tebing memiliki ladang padi yang saling bersebelahan dan dipisahkan oleh pepohonan. Pada pepohonan itu tumbuh cendawan yang memulai permusuhan di antara keduanya. Cendawan yang tumbuh ke arah ladang Aria Tebing berubah menjadi logam emas. Berbeda dengan cendawan yang tumbuh ke ladang sang pangeran yang tumbuh jadi tanaman yang tak bernilai. Permusuhan yang bermula dari rasa iri lalu berkembang menjadi perkelahian yang enggak bisa terhindarkan.

Aria Tebing yang menyadari bahwa sang pangeran jauh lebih sakti maka berusaha menyingkir dan mencari cara untuk mengalahkannya.

Aria Tebing lalu mencoba membujuk sang kakak untuk memberitahukan rahasia dari kesaktian suaminya. Sang kakak lalu memberitahu sang adik bahwa rahasia dari kesaktian suaminya terletak pada tumbuhan ilalang yang bergetar meski tak tertiup angin.

Setelah mengetahui rahasia penting itu, Aria Tebing kembali menantang kakak iparnya untuk berkelahi.

Aria Tebing lalu menancapkan tombak pada ilalang yang bergetar itu mengakibatkan sang pangeran terjatuh dan luka parah. Pangeran yang merasa dikhianati isterinya lalu pergi mengembara ke Gunung Siguntang untuk bertapa. Hyang Mahameru yang mengetahui sang pangeran bertapa lalu menjanjikan kekuatan gaib asalkan sang pangeran mau memenuhi syaratnya. Syarat yang diajukan oleh Hyang Mahameru adalah pangeran Serunting harus bertapa di bawah pohon bambu sampai seluruh tubuhnya ditutupi daun bambu. Pertapaan yang berlangsung selama hampir dua tahun itu terwujud, tubuh sang pangeran dipenuhi daun-daun bambu.

Hyang Mahameru lalu menepati janji dan memberikan kekuatan gaib pada sang pangeran berupa kesaktian ucapan.

Semua hal yang dikatakan dan diutarakan oleh sang pangeran akan berubah menjadi sebuah kutukan, sehingga sang pangeran dijuluki sebagai si Pahit Lidah. Sang pangeran lalu berniat pulang ke Sumidang, dalam perjalanan pulang sang pangeran menjajal kesaktiannya.

Ketika melihat pohon-pohon tebu yang sudah menguning diubahnya jadi batu hanya dalam satu ucapan.


Menyampaikan Isi Dongeng dengan Menggunakan Peta Pikiran “Kelinci dan Kura-Kura”

Menyampaikan Isi Dongeng dengan Menggunakan Peta Pikiran “Kelinci dan Kura-Kura”

Materi Bahasa Indonesia Kelas 4 Tema 4 Subtema 3 
 
Pendapat Pribadi tentang Cerita dalam Dongeng 
 
Dongeng adalah cerita yang tidak benar benar terjadi. Di dalam dongeng terdapat unsur-unsur cerita seperti tokoh, alur (jalan cerita), dan pesan moral. Sebelum memberi pendapat, kita perlu membaca dongeng dengan cermat. Menyampaikan Isi Dongeng dengan Menggunakan Peta Pikiran Banyak cara untuk menyampaikan unsur-unsur suatu dongeng. Salah satunya menggunakan peta pikiran. Simaklah dongeng berikut ini. 
 
Menyampaikan Isi Dongeng dengan Menggunakan Peta Pikiran
Banyak cara untuk menyampaikan unsur-unsur suatu dongeng. Salah satunya menggunakan peta pikiran. Simaklah dongeng berikut ini. 
 
Kelinci dan Kura kura

    Di sebuah hutan, ada seekor Kelinci yang terkenal mampu berlari sangat cepat. Namun sayang, kemampuannya itu membuat dia menjadi sombong. Pada suatu hari, Kura-kura, Keong, dan Bekicot sedang bercakap-cakap. Tiba-tiba, Kelinci datang menghampiri mereka dengan sangat cepat. Debu yang beterbangan membuat tiga hewan tersebut batuk-batuk. “Hai Kelinci! Bisakah kamu menghargai teman-temanmu?” teriak Kura-kura dengan kesal.
    Mendengar perkataan Kura-kura, Kelinci berhenti dan berkata, “Mengapa aku harus mendengarkan perkataan dari hewan lamban sepertimu? Pasti kalian iri karena tak mampu berlari secepat aku. Kalian hanya bisa merayap pelan-pelan, hahaha…”.
    Kura-kura tidak terima jika dia dan teman-temannya diejek seperti itu. “Jangan sombong kau Kelinci! Kalau berani, mari kita lomba lari!” tantang Kura-kura. Mendengar tantangan dari Kura-kura, Kelinci pun tertawa. “Hahahaha… Baiklah, aku akan memberimu pelajaran tentang arti kecepatan dan kemenangan.” Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengadakan lomba lari. Bekicot dan Keong pun ikut mendukung Kura-kura.
    Lomba lari pun dimulai. Kelinci dengan mudah memimpin lomba dan berlari jauh di depan Kura-kura yang berjalan lambat. Karena merasa sudah menang, Kelinci berniat mengejek Kura-kura. Kelinci memutuskan untuk beristirahat sejenak di pohon dekat garis akhir. Dia mengira kalau Kura-kura masih sulit menyusulnya.
    Kura-kura yang pantang menyerah terus berjalan walaupun dengan lambat. Tak lama kemudian, dia melihat Kelinci sedang tertidur pulas di bawah pohon. Kura-kura terus berjalan dengan pasti. Kura-kura berjalan dengan hati-hati agar kelinci tidak terbangun. Beberapa saat kemudia, Kura-kura pun sudah mendekati garis akhir. Kelinci akhirnya terbangun dan kaget bahwa Kura-kura sudah menyusulnya. Dia langsung berlari dengan cepat untuk menyusul Kura-kura. Namun sayang, Kura-kura sudah berhasil melewati garis akhir dan memenangkan pertandingan.

Perhatikan peta pikiran tersebut.
 
 
 
Lukisan Kubisme Blue Gitar dan 9 Contoh Lukisan lainnya

Lukisan Kubisme Blue Gitar dan 9 Contoh Lukisan lainnya

Lukisan kubisme ini berbentuk gitar. Lukisan ini termasuk dalam salah satu karya maestro aliran kubisme yaitu Pablo Picasso. Di dalam lukisan ini Pablo menggunakan banyak bentuk dan sedikit warna yang dipadukan untuk menghasilkan lukisan yang indah.Warna biru merupakan warna yang dominan pada lukisan ini. Dengan perpaduan warna biru tua, biru muda dan juga putih menjadikan lukisan ini terlihat nyaman jika dipandang dalam waktu yang lama. Berbagai bentuk sang pelukis padukan untuk bisa menambahkan nilai lebih pada lukisan ini.

Kubisme adalah sebuah gerakan seni avant-garde abad ke-20 yang dirintis oleh Pablo Picasso dan Georges Braque. Gerakan seni ini membuat revolusi dalam lukisan dan pahatan Eropa, dan menginspirasi gerakan sejenis dalam musik dan sastra. Cabang pertama kubisme, yaitu Kubisme Analitis, adalah gerakan seni radikal dan berpengaruh yang muncul antara 1907 dan 1911 di Perancis. Padafase kedua, Kubisme Sintetis, gerakan ini menyebar dan masih ada sampai sekitar tahun 1919, ketika gerakan Surealisme mulai dikenal masyarakat.

Sejarawan seni Inggris, Douglas Cooper menjelaskaan tiga fase Kubisme dalam bukunya, The Cubist Epoch. Menurut Cooper ada yang namanya "Kubisme Awal" (1906-1908) ketika gerakan ini mulai dikembangkan di studio Picasso dan Braque; fase kedua disebut "Kubisme Tinggi" (1909-1914) ketika Juan Gris muncul sebagai seniman berpengaruh; dan akhirnya "Kubisme Akhir" (1914-1921) sebagai fase terakhir Kubisme sebagai gerakan avant-garde radikal.[1]

Dalam karya seni kubisme, benda dipecahkan, dianalisis, dan diatur kembali dalam bentuk abstrak—daripada menampilkan objek dari satu sudut pandang, seniman menampilkan subjek dari berbagai sudut pandang untuk menjelaskan subjek dalam konteks yang lebih besar. Kadang permukaan bersilangan dalam sudut acak, sehingga menghapus kedalaman lukisan yang jelas. Latar dan objek menembus satu sama lain untuk membentuk ruang ambigu dangkal yang menjadi salah satu karakteristik khusus dari kubisme.

Contoh Lukisan Kubisme Bunga Lili


 Likusan Kubisme Warna-warna Pelangi

 Lukisan Kubisme Bunga Matahari

 Lukisan Kubisme Gajah

Lukisan Kubisme Gitar

Lukisan Kubisme Sepeda

 Lukisan Potret Jeune Fille Endormie

 Lukisan Femme Assise
 Lukisan Tete de Femme
Cerita Pendek " Kasih sayang kakak kepada adiknya "

Cerita Pendek " Kasih sayang kakak kepada adiknya "

Cerpen : " KAKAK YANG PEMARAH "
 
Namaku Sonya, aku tinggal bersama kakakku. Beberapa tahun yang lalu terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua kami. Sejak kejadian itu, kakak yang menjadi tulang punggung keluarga. Sifat kakakpun berubah drastis. Kakak selalu membatasi dan melarang aku untuk berpergian.

Saat itu aku duduk dibangku SMA. Sudah sewajarnya untuk aku pergi keluar rumah, tetapi kakak selalu melarangku. Aku kesal dengan sifat kakak, walaupun ia selalu melarang, aku tidak peduli. Aku tetap pergi dan mengikuti perkembangan zaman, seperti pergi ke club, pulang larut malam, dan mencoba obat-obat terlarang. Namun itu semua aku lakukan untuk menghibur diri, karena aku lelah selalu dikekang.


Tiap hari,tiap jam,tiap detik kakak memarahiku. Aku meras kesal dengan hal itu. Aku lelah selalu diatur, selalu dikekang. Aku ingin hidup bebas lanyaknya anak-anak seusiaku. Oleh karena itu, aku pergi meninggalkan kakakku dan tinggal bersama tanteku. Setelah beberapa tahun, aku kembali kerumah dengan harapan kakak berubah. Namun ternyata itu salah, kakak tidak berubah, kakak tetap terus mengekang dan memarahiku.

Hingga suatu hari, aku mendapat surat panggilan dari sekolah. Aku terpaksa memberitahukan hal itu kepada kakakku. Kakak pun datang menemui kepala sekolah. Kepala sekolah memperingatkan kakakku bahwa aku akan dikeluarkan dari sekolah. Sesampainya dirumah, kakak memarahiku dan aku melawannya. Ia sudah tidak sayang lagi denganku. Ia selalu memarahiku. Ia selalu mementingkan dirinya sendiri. Ia selalu mengecapku sebagai anak yang kurang ajar dan lebih parahnya lagi, mungkin ia sudah tidak mau menganggapku sebagai adiknya.

Hari-hari yang kulalui terasa suram. Tanpa ada sapaan, tawaan, bahkan larangan. Kakakku telah memberikan apa yang aku inginkan, yaitu kebebasan. Ia tidak menganggapku ada di rumah itu. Hingga suatu saat, aku mempunyai pacar dan kakakku tidak peduli akan hal itu. Aku selalu pulang larut malam dan terkadang tidak pulang ke rumah.

Suatu hari, saat aku ingin ke toliet aku mendapati kakakku yang sedang batuk-batuk sampai kulihat mengeluarkan darah. Aku bingung mengapa ia bersikap demikian. Apakah ia sakit? Aku memberanikan diri untuk bertanya kepadanya. Namun ia selalu menjawab “tidak, ini bukan urusanmu! urus saja urusanmu sendiri!”. Seketika aku terdiam dan betanya-tanya dalam hati.
Semakin hari, semakin terjadi kejadian aneh dengan kakakku. Hingga suatu hari aku masuk kekamar kakakku dan membongkar meja riasnya. Saat aku sedang mencari-cari, kakakku datang dan ia bertanya “mengapa kamu ada disini? apa yang sedang kamu lakukan?”. Aku menjawab ”tidak ada”. Aku pun keluar dari kamar kakakku.

Keesokan harinya, aku pulang sekolah lebih awal dan saat itu kakakku sedang bekerja. Aku masuk ke kamarnya lagi dan mencari keanehan itu. Saat aku membongkar lemarinya, aku melihat beberapa lembar kertas dibawah tempat tidurnya. Aku langsung mengambil dan membaca lembaran itu dan ternyata itu adalah lembaran hasil pemeriksaan kakakku. Saat kubaca, akhirnya aku mengetahui keanehan yang terjadi pada kakakku. Kakakku terkena kanker otak. Pantas saja ia selalu menutupi kepalanya.
Saat ia pulang kerja, aku membuka penutup kepalanya dan ternyata ia telah kehilangan hampir seluruh rambutnya. Aku langsung memeluk dan meminta maaf  kepadanya. Aku merasa sangat bersalah kepada kakakku. Dengan nada sedih, aku bertanya ”mengapa kakak menyembunyikan rahasia ini ?”. “ aku tidak mau membuatmu terbebani dengan penyakitku ini, terutama kehilangan ayah dan ibu” jawab kakakku.
Sejak hari itu, aku merawat kakakku dengan menggantikan tugasnya. Mulai dari membersihkan rumah, menyiram tanaman, hingga memandikannya seperti ia memandikanku waktu kecil. Aku ingin menebus semua kesalahanku dimasa lampau. Aku pun mengumpulkan uang untuk membelikannya rambut palsu dan ia pun menyukainya. Sejak hari itu, hubungan kami pun semakin erat, kasih sayang yang dulu pudar kini telah kembali. Sekarang aku merasa menjadi adik yang paling beruntung karena mempunyai kakak yang sangat menyayangiku.


Kerangka Cerpen
  1.  Tema       :   Kasih sayang kakak kepada adiknya
  2.  Konflik     :  1. Kakak yang selalu melarang adiknya,  Perubahan sikap kakak
  3.  Resolusi :  Sonya yang menemukkan hasil  pemeriksaan kakaknya
  4.  Koda       :  Sonya yang membelikan rambut palsu untuk kakaknya
Menulis cerpen Persahabatan Tak Kenal Waktu

Menulis cerpen Persahabatan Tak Kenal Waktu




Kerangka Karangan
1.) Tokoh :

- Andi
- Anto
- Teman-teman Andi      
- Ibu Andi       
-Ayah Andi

2.) Penokohan :
- Andi : Pintar,mudah terpengaruh oleh pergaulan
- Anto : Pintar,rajin,peduli terhadap temannya
- Teman-teman Andi : Nakal
- Ibu Andi : Perhatian,penyayang
- Ayah Andi : Pemarah tetapi peduli

3.) Latar :
- Latar tempat : Sekolah , rumah Andi , warnet
- Latar waktu : Sore hari

4.) Alur  cerita : Campuran (maju mundur)
5.)Introduksi / pengenalan : Ada seorang anak yang bernama Andi dia merupakan siswa berprestasi saat dia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Andi memiliki sahabat karib bernama Anto saat dia masih duduk di bangku SMP. Namun ketika ia lulus, mereka berpisah. Andi masuk ke SMA favoritnya begitu juga dengan Anto.
6.)Pemunculan konfilik : Di Sekolah favoritnya Andi tumbuh menjadi anak yang nakal yang dikarenakan pergaulan Andi yang kuang baik.
7.)Permasalahan semakin memuncak : Teman-teman  baru Andi mengajak andi bolos sekolah, merokok, serta minum minuman keras.

8.)Puncak permasalahan (klimaks) : Hal ini berpengaruh pada prestasi Andi dan nilai Andi sangat jelek.

9.)Permasalahan mulai meredah (Antiklimaks) : Cukup lama Andi memandang orang itu dari kejauhan dan tanpa berpikir panjang Andi mendatangi orang tersebut. Benar firasat Andi ternyata orang itu adalah Anto teman lama Andi.

10.)Penyelesaian (resolusi) : Setiap sore, Andi dan Anto selalu belajar bersama dan meraka saling bertukar pikiran. Andi yang awalnya malas berubah perlahan menjadi rajin kembali berkat bantuan Anto.




" PERSAHABATAN TAK KENAL WAKTU"


Ada seorang anak yang bernama Andi dia merupakan siswa berprestasi saat dia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Andi memiliki sahabat karib bernama Anto saat dia masih duduk di bangku SMP. Namun ketika ia lulus, mereka berpisah. Andi masuk ke SMA favoritnya begitu juga dengan Anto, Di Sekolah favoritnya Andi tumbuh menjadi anak yang nakal yang dikarenakan pergaulan Andi yang kuang baik, Teman-teman  baru Andi mengajak andi bolos sekolah, merokok, serta minum minuman keras. Hal ini berpengaruh pada prestasi Andi dan nilai Andi sangat jelek.
Pada saat bel sekolah telah berbunyi, Andi dan teman-temannya mengunjungi warnet untuk bermain game. Bagi Andi, warnet sudah seperti rumah keduanya. Orang tua Andi selalu menegur Andi tetapi Andi tidak menghiraukannya. Lama kelamaan Andi bolos sekolah dan tidak pulang ke rumah. Andi memilih untuk menginap di kost-an temannya.Beberapa hari sudah Andi tidak pulang ke rumah dan orang tua Andi mulai mencemaskannya. Orang tuanya mencari kemana-mana dan akhirnya menemukan Andi yang sedang duduk di kursi warnet.Ayah Andi berkata dengan tegas“Andi pulang sekarang!!!” namun Andi tidak menghiraukan perkataan Ayahnya. Ibu Andi dengan sabar menasehati Andi dan berkata “Andi ayo pulang.. Ibu sudah lama menunggumu pulang. Masihkah kamu menganggapku ibumu? Jika iya maka pulanglah”. Mendengar perkataan Ibunya, Andi terdiam sejenak dan langsung mematikan komputernya. “Gua balik dulu guys, entar gua kabarin kalian lagi” kata Andi sambil menepuk pundak temannya.

Sesampainya di rumah Andi dimarahi habis-habisan oleh Ayahnya namun Ibunya masih saja membela Andi. “Yang penting anak kita sudah pulang ke rumah paa” kata ibunya sambil menangkan Ayah Andi. Andi langsung masuk ke kamarnya dan langsung tidur. Keesokan harinya Andi mulai masuk sekolah kembali dan lagi-lagi ia mengunjungi warnet setelah pelajaran usai. Saat Andi sampai disana, Andi melihat seseorang yang sepertinya ia kenal sedang duduk mengerjakan tugas dan tampak sangat serius. Cukup lama Andi memandang orang itu dari kejauhan dan tanpa berpikir panjang Andi mendatangi orang tersebut. Benar firasat Andi ternyata orang itu adalah Anto teman lama Andi. Andi terkejut melihat Anto dan langsung menyapa “Hai Anto..apa kabar lo?” “Baik gua.. ngapain lo kesini?” jawab Anto. “Gimana lu disekolah? Masih ranking 1 terus?” tanya Anto dengan semangat. “Gua males sekolah sekarang.. mungkin karena ga ada lo kali” jawab Andi sambil tertawa. “Loh kok gitu? Gimana kalo gua ngajarin lo mulai sekarang? Kita belajar bareng kaya dulu lagi.. entar gua ke rumah lu 3 minggu sekali” Tanya Anto. Mendengar jawaban Anto, Andi sangat senang dan langsung menyetujui tawaran Anto.
Setiap sore, Andi dan Anto selalu belajar bersama dan meraka saling bertukar pikiran. Andi yang awalnya malas berubah perlahan menjadi rajin kembali berkat bantuan Anto. Andi mulai meninggalkan teman-temannya yang membawa pengaruh buruk bagi hidupnya. Andi sadar bahwa orang yang merusak hidupnya selama ini adalah teman-temannya. Andi sangat bersyukur telah bertemu Anto di warnet hari itu. Sejak bertemu Anto, hidup Andi berubah. Ia menyesal telah mengecewakan kedua orang tuanya. Andi juga tidak lupa berterimakasih pada Anto karena telah menolongnya. Berkat pertolongan Anto, Andi berhasil naik kelas dengan nilai yang memuaskan.
Naskah Drama Telaga Biru

Naskah Drama Telaga Biru

 

Babak 1
Narator : Dahulu kala, terdapat sebuah kerajaan yang sangat tentram dan makmur di Jawa Barat. Kerajaan itu di pimpin oleh seorang raja yang baik dan bijaksana. Tak heran, kalau negeri itu makmur dan tenteram. Tak ada penduduk yang lapar di negeri itu. Raja itu dipanggil Raja Prabu. Tetapi keluarga kerajaan itu tidak memiliki seorang anakpun. Penasehat Prabu menyarankan agar raja dan ratu untuk mengangkat seorang anak.
Panasehat : “ Yang mulia, hamba sarankan agar Yang Mulia mengangkat seorang anak saja.”
Raja Prabu : “ Tidak! Bagi kami anak kandung adalah lebih baik daripada anak angkat.”

Babak 2
Narator : Sang Ratu sering murung dan menangis di balkon istana. Sang Rajapun ikut sedih melihat istrinya menangis.
Raja Prabu : “ Sudahlah bu kita akan memiliki seorang anak kelak nanti.”
Ratu : “ Ya tentu saja Tuanku.”

Babak 3
Narator :Sehingga, suatu hari Raja Prabu hendak pergi ke hutan untuk berdoa agar dikaruniai seorang anak.
Raja Prabu : “ Aku akan pergi ke hutan untuk berdoa.”
Ratu : “ Baiklah. Hati- hati di hutan tuanku. ”

Babak 4
Narator : Setelah beberapa bulan kemudia semenjak Raja Prabu berdoa di hutan, permohonan sang Rajapun terkabul, Sang Ratu mulai hamil.
Ratu : “ Prabu, aku hamil…” (dengan wajah yang berseri- seri).
Raja Prabu : “ Benarkah itu???” ( dengan nada yang sedikit tak percaya).
Ratu : “ Ya benar.. Saya sudah ke tabib istana dan tabib mengatakan bahwa saya hamil.”
Raja : “ Benarkah?? Ini akan menjai kabar yang paling indah di kerajaan kita.”

Babak 5
Narator: Setelah 9 bulan lamanya Ratu mengandung, Ratupun melahirkan seorang Putri yang sangat cantik Putri itu diberi nama Nirwarna. Pndudukpun banyak mengiriminya mainan untung sang putrid.
Ratu : “ Lihatlah anak kita dia sangat lucu dan cantik, saya berharap agar dia tumbuh menjadi seorang putri yang cantik dan baik hati seperti wajahnya.”
Raja Prabu : “ Ya.. Saya yakin putri kita akan tumbuh menjadi putri yang sangat cantik dan baik hati.”

Babak 6
Narator : Kasih saying Raja dan Ratu yang selalu memberikan apapun yang diingini oleh Sang putri telah membuat anak itu tumbuh menjadi seorang Putri yang sangat manja. Bila keinginan sang Putri tak dikabulkan maka ia akan marah dan tak jarang dia berkata kasar kepada orang tuanya. Tetapi masyarakat dan orang tuanya masih tetap mencintainya.
Purti : “Bunda aku mau seekor kuda!!”
Ratu : “ Kita sudah memiliki banyak kuda di peternakan sayang.”
Putri : “ Tidak aku tidak mau yang ada di peternak! Aku mau kuda berwarna putih dengan bulu yang indah.”
Ratu : “ Kau sudah memilki 54 kuda. Bermainlah dengan kudamu yang sudah ada sayang.”
Putri : “ tidak aku tidak mau, dasar kau orang tua pelit.”
Ratu : “ Ahhh… Sayang apa yang kau katakan.”
Putri : “ Huh, dasar orang tua yang tak berguna.”

Babak 7
Narator : Putripun meningggalkan ibunya yang menangis sambil terduduk setelah melihat perilaku anaknya itu. Tak terasa sudah 17 tahun umur sang putri, dia tumbuh menjadi seorang putri yang paling cantik di negeri itu. Seluruh rakyat pergi ke istana untuk memberikan hadiah kepada sang putri. Hadiah itu begitu banyak dan dikumpulakan di dalam istana. Sang raja mengambil sdikit emas dan permata dan pergi ke tempa ahli perhiasan untuk di buatnya menjadi kalung.
Sesampainya di tempat ahli perhiasan.
Raja : “ Pak, bisakah anda membuat sebuah kalung yang paling indah untuk puriku yang tercinta.”
Ahli perhiasan : “ Tentu saja tuanka, dengan senang hati hamba akan melakukannya, silakan Tuanku menunggu sebentar kalung pesanan Tuan akan segera hamba buat.”
Raja : “ Terima kasih banyak.”
Ahli perhiasan : “ Sama- sama Tuanku.”
Narator : Setelah beberapa saat menunggu akhirnya kalung itu selesai dibuat kalung itu sangat indah.
Raja : “ Wah. Ini adalah kalung terindah yang pernah saya lihat, kau membuatnya dengan sangat baik.”
Ahli perhiasan : “ Terima kasih Tuanku, untuk sang putrid hamba akan melakukan yang terbaik.”

Babak8
Narator : Setelah itu Raja kembali ke dalam istana dan menyimpannya untuk diberikan kalung yang sangat indah itu kepada putri tercintanya saat dia ulan tahun esok. Keesokkan harinya, hari ulang tahun sang putripun tiba. Raja Prabu segera mengambil kalung yang sangat inah itu, dan segera memberikannya kepada anaknya.
Raja Prabu : “ Anakku Putri Nirwarna, hari ini adalah hari ulang tahunmu yang ke-17.”
Putri : “ Ya ayah.., aku mengharapkan hadiah yang paling indah pada ulang tahunku yang ke-17 ini.”
Ratu : “ Selamat ulang tahun anakku.”
Putri : “ Ya bunda…”
Raja Prabu : “Anakku, ayah sudah mempersiapkan sebua hadiah yang paling indah, ini dia kalung permata yang paling indah di seluruh dunia hanya untuk putri tercintaku.”

Babak 9
Narator : Raja Prabu segera memberikan kalung itu kepada putrinya, tetapi Putri terlihat tidak menyukai kalung tersebut.
Putri : “ hemm. Kalung apa ini ayah. Kalung ini sangat jelek aku tidak mau mengenakannya di leherku yang cantik ini, kalung itu hanya akan membuat leherku ini menjadi gatal saja nantinya!”

Babak 10
Narator : Tidak ada satu orangpun yang menyangka Sang putri akan mengatakan hal tersebut, semuanya terdiam tak ada satupun yang berbicara, tiba- tiba terdengar isak tangis sang Ratu yang kemudaian diikuti oleh tangisan semua orang.
Ratu : “ hu hu hu hu, ada apa denganmu nak?”
Putri ; “ aku takkan mengenakan kalung itu!”
Narator : Sang putri segera membuang kalung itu ke halaman istana, kalung tersebut menjadi rusak dan permatanya tersebar ke seluruh halaman istana.
Putri : “ Huh dasar kalung jelek.”

 
Babak 11
Narator : Tiba- tiba sebuah mata air muncul dari halaman istana, percikan airnya membuat sebuah genangan air di halaman istana. Semua orang sangat ketakutan dan menyalahkan hal tersebut kepada sang putri.
Rakyat : “ Apa yang telah kau lakukan Putri jahat! Kau telah membayakan smua rakyatmu lihatlah ulahmu!”
Narator : Sang putri sangat ketakutan dia menyesal atas semua perbuatan jahatnya. Tapi genangan itu telah menjadi sebuah danau yang sangat besar dan menenggelamkan seluruh istana.
Oleh rakyat sekitar, danau itu disebut sebagai “ Telaga Warna”. Danau itu berada di daerah puncak. Di hari yang cerah, kita bisa melihat danau itu penuh warna yang indah dan mengagumkan. Warna itu berasal dari bayangan hutan, tanaman, bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun orang mengatakan, warna-warna itu berasal dari kalung Putri yang tersebar di dasar telaga.

http://hinafinea.com/GA9