Cerita Pendek " Indahnya Sebuah Persahabatan "
Betapa menyenangkan nya menjadi orang
kaya.Hidup serba berkecukupan.Apapun yang diinginkan akan terpenuhi. Karena semua
sudah tersedia.Seperti halnya Patrick.Seorang anak orang kaya yang menjadi banyak
sorotan, Berangkan dan pulang selalu diantar oleh supir pribadi dan mobil mewahnya.
Meskipun bergelimang harta Patrick tidak lah menyombongkan diri.Tidak kalah dengan Patrick, Orang tua Patrick juga merupakan orang yang baik dan ramah, Tidak berpatokan pada harta dalam bergaul dan tidak membeda-bedakan orang disekelilingnya.
Kawan-kawan Patrick sangat suka dan betah berlama-lama di
rumah Patrick karena mereka selalu disambut ramah dan diperlakukan seperti keluarga
sendiri oleh keluarga Patrick.Patrick memiliki seorang sahabat yang sangat setia
menemaninya dalam menghadapi likaliku kehidupan.Tidak jauh dari rumahnya Rico
sahabat Patrick tinggal di kampong dekat Patrick, hanya saja dipisahkan oleh RT
saja.
Namun sudah hamper dua minggu Rico tidak mengunjungi Patrick di
rumahnya
.“Hmmm Rico kemana ya mah, Biasanya hamper setiap hari Rico main
kesini.Tapi ini sudah hamper lewat dua minggu Rico tidak dating lagi.”Ujar
Patrick. “Mungkin Rico sedang sakit!” jawab Mama Patrick.
“Ih, iya juga ya mah,
siapa tahu memang Rico lagi sakit.Kalo begitu nanti sore Patrick mau menengoknya”
katanya dengan penuh semangat.Sudah lima kali Patrick mengetuk pintu rumah
Rico. Karena menunggu lama tidak kunjung dibuka akhirnya Patrick memberanikan diri
untuk bertanya kepada tetangga tentang menghilangnya Rico.Benar saja, Ternyata sudah
duaminggu Rico ikut orang tua nya pulang ke desa.Sebab ayah nya habis kena
PHK.Akhirnya keluarga Rico memutuskan untuk kembali ke desa dan memilih menjadi
petani.
“Oh, kasihan sekali Rico,” ujarnya didalam hati, Di rumahnya, Patrick tampak melamun sambil memikirkan
nasib sahabat setianya itu.
“Ada apa Trick?Kok kamu nggak seperti biasanya,
malah tampak lesu dan kurang semangat.”Papa bertanya sambil menegur.
“Rico, Pa.” Jawab Patrick
“Memangnya ada apa dengan Rico sehingga membuatmu
muram, Apa dia sedang sakit?”Patrick menggeleng kepada ayah.
“Lantas kenapa?”Papa menjadi penasaran.
“Sekarang Rico sudah pindah rumah.Kata tetangga
sebelah rumahnya Rico ikut orang tuanya pulang kedesa.Kabarnya bapaknya habis
di PHK dan memilih untuk menjadi petani”.
Sambil menatap Patrick papa termenung memikirkan
ucapan Patrick dengan rasa setengah tidak percaya.
“Kalau Papa tidak langsung percaya, Coba Tanya deh,
sama Pak RT atau ke tetangga lain” ujarnya.
“Lalu apa rencanakamu?”
“Aku harap Papa bias menolong Rico!”
“Maksudmu?”“Aku pengen Rico bias disini lagi”
Patrick memohon dengan agak mendesak.
“Baik kalau itu bias bikin kamu seneng.Tapi,
kamu harus bias mencari alamat rumah RIco yang di desa” kata Papa.
Berkat bantuan pemilik kontrakan bekas rumah
Rico akhirnya tiga hari kemudian Patrick berhasil memperoleh alamat rumah Rico
yang berada di desa.Ia merasa sangat senang. Kemudian Papa bersama dengan
Patrick dating kerumah Rico di sebuah desa terpencil dan lokasi rumahnya masih masuk
ke dalam lagi.Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer.Kedatangan kami
disambut orang tua Rico dan Rico sendiri.Betapa gembira hati Rico ketika bertemu
dengan Patrick.Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu.pada awalnya
Rico sangat kaget dengan kedatangan Patrick secara tiba-tiba.
“Maafya Trick. Aku tak sempat member kabar ke kamu
kalo aku mau pindah”
“Ah, tida kapa-apa.Yang penting aku sudah ketemu
kamu dan merasa senang.”
Setelah berbincang cukup lama, Papa menjelaskan
tujuan kedatangan mereka kepada orang tua Rico.Ternyata orang tua Rico tidak keberatan,
mereka menyerahkan segala keputusan kepada Rico sendiri.
“Begini, Rico, kedatangan kami kemari, ingin mengajak
kamu untuk ikut kami ke Palembang. Kami menganggap kamu itu sudah seperti keluarga
kami sendiri.Gimana Rico, apakah kamu bersedia ikut?” Tanya Papa.
“Soal sekolahmu,” lanjut Papa, “kamu nggak usah
khawatir.Seluruh biaya pendidikanmu biar
papa yang menanggung.”
“Baiklah kalau memang Bapak dan Patrick
menghendaki saya ikut, saya mau pak.Saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas
kebaikan Bapak yang mau membantu saya dan keluarga saya.”
Kemudian Patrick bangkit dari tempat duduk lalu
mendekat memeluk Rico.Tampak mata Patrick berkaca-kaca tidak kuat menahan kebahagiaan.Kini
Rico tinggal di rumah Patrick.Sementara orang tuanya tetap tinggal di
desa.Selain untuk mengerjakan sawah, mereka juga merawat nenek Rico yang sudah semakin
tua.
Betapa menyenangkan nya menjadi orang
kaya.Hidup serba berkecukupan.Apapun yang diinginkan akan terpenuhi. Karena semua
sudah tersedia.Seperti halnya Patrick.Seorang anak orang kaya yang menjadi banyak
sorotan, Berangkan dan pulang selalu diantar oleh supir pribadi dan mobil mewahnya.
Meskipun bergelimang harta Patrick tidak lah menyombongkan diri.Tidak kalah dengan Patrick, Orang tua Patrick juga merupakan orang yang baik dan ramah, Tidak berpatokan pada harta dalam bergaul dan tidak membeda-bedakan orang disekelilingnya.
Kawan-kawan Patrick sangat suka dan betah berlama-lama di
rumah Patrick karena mereka selalu disambut ramah dan diperlakukan seperti keluarga
sendiri oleh keluarga Patrick.Patrick memiliki seorang sahabat yang sangat setia
menemaninya dalam menghadapi likaliku kehidupan.Tidak jauh dari rumahnya Rico
sahabat Patrick tinggal di kampong dekat Patrick, hanya saja dipisahkan oleh RT
saja.
Namun sudah hamper dua minggu Rico tidak mengunjungi Patrick di
rumahnya
.“Hmmm Rico kemana ya mah, Biasanya hamper setiap hari Rico main
kesini.Tapi ini sudah hamper lewat dua minggu Rico tidak dating lagi.”Ujar
Patrick. “Mungkin Rico sedang sakit!” jawab Mama Patrick.
“Ih, iya juga ya mah,
siapa tahu memang Rico lagi sakit.Kalo begitu nanti sore Patrick mau menengoknya”
katanya dengan penuh semangat.Sudah lima kali Patrick mengetuk pintu rumah
Rico. Karena menunggu lama tidak kunjung dibuka akhirnya Patrick memberanikan diri
untuk bertanya kepada tetangga tentang menghilangnya Rico.Benar saja, Ternyata sudah
duaminggu Rico ikut orang tua nya pulang ke desa.Sebab ayah nya habis kena
PHK.Akhirnya keluarga Rico memutuskan untuk kembali ke desa dan memilih menjadi
petani.
“Oh, kasihan sekali Rico,” ujarnya didalam hati, Di rumahnya, Patrick tampak melamun sambil memikirkan
nasib sahabat setianya itu.
“Ada apa Trick?Kok kamu nggak seperti biasanya,
malah tampak lesu dan kurang semangat.”Papa bertanya sambil menegur.
“Rico, Pa.” Jawab Patrick
“Memangnya ada apa dengan Rico sehingga membuatmu
muram, Apa dia sedang sakit?”Patrick menggeleng kepada ayah.
“Lantas kenapa?”Papa menjadi penasaran.
“Sekarang Rico sudah pindah rumah.Kata tetangga
sebelah rumahnya Rico ikut orang tuanya pulang kedesa.Kabarnya bapaknya habis
di PHK dan memilih untuk menjadi petani”.
Sambil menatap Patrick papa termenung memikirkan
ucapan Patrick dengan rasa setengah tidak percaya.
“Kalau Papa tidak langsung percaya, Coba Tanya deh,
sama Pak RT atau ke tetangga lain” ujarnya.
“Lalu apa rencanakamu?”
“Aku harap Papa bias menolong Rico!”
“Maksudmu?”“Aku pengen Rico bias disini lagi”
Patrick memohon dengan agak mendesak.
“Baik kalau itu bias bikin kamu seneng.Tapi,
kamu harus bias mencari alamat rumah RIco yang di desa” kata Papa.
Berkat bantuan pemilik kontrakan bekas rumah
Rico akhirnya tiga hari kemudian Patrick berhasil memperoleh alamat rumah Rico
yang berada di desa.Ia merasa sangat senang. Kemudian Papa bersama dengan
Patrick dating kerumah Rico di sebuah desa terpencil dan lokasi rumahnya masih masuk
ke dalam lagi.Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer.Kedatangan kami
disambut orang tua Rico dan Rico sendiri.Betapa gembira hati Rico ketika bertemu
dengan Patrick.Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu.pada awalnya
Rico sangat kaget dengan kedatangan Patrick secara tiba-tiba.
“Maafya Trick. Aku tak sempat member kabar ke kamu
kalo aku mau pindah”
“Ah, tida kapa-apa.Yang penting aku sudah ketemu
kamu dan merasa senang.”
Setelah berbincang cukup lama, Papa menjelaskan
tujuan kedatangan mereka kepada orang tua Rico.Ternyata orang tua Rico tidak keberatan,
mereka menyerahkan segala keputusan kepada Rico sendiri.
“Begini, Rico, kedatangan kami kemari, ingin mengajak
kamu untuk ikut kami ke Palembang. Kami menganggap kamu itu sudah seperti keluarga
kami sendiri.Gimana Rico, apakah kamu bersedia ikut?” Tanya Papa.
“Soal sekolahmu,” lanjut Papa, “kamu nggak usah
khawatir.Seluruh biaya pendidikanmu biar
papa yang menanggung.”
“Baiklah kalau memang Bapak dan Patrick
menghendaki saya ikut, saya mau pak.Saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas
kebaikan Bapak yang mau membantu saya dan keluarga saya.”
Kemudian Patrick bangkit dari tempat duduk lalu
mendekat memeluk Rico.Tampak mata Patrick berkaca-kaca tidak kuat menahan kebahagiaan.Kini
Rico tinggal di rumah Patrick.Sementara orang tuanya tetap tinggal di
desa.Selain untuk mengerjakan sawah, mereka juga merawat nenek Rico yang sudah semakin
tua.
0 Response to "Cerita Pendek " Indahnya Sebuah Persahabatan ""
Post a Comment