1. Pekerjaan Seorang Petani
Petani adalah sebuah profesi yang mulia.
Mulia karena petani memberi manfaat bagi orang lain dengan menyediakan bahan
makanan untuk mereka. Bahkan makhluk Allah azza wa jalla seperti hewan
herbivora, karnivora dan pengurai pun mendapat manfaat dari aktivitas pertanian
yang dilakukan petani.
Seorang
petani selalu bekerja keras. Biasanya ia bangun pagi-pagi, kadang-kadang
sebelum jam lima pagi dia sudah bangun. Seorang petani tidak pernah berlibur.
Pada hari Sabtu dan hari Minggu biasanya dia bekerja juga.
2. Pekerjaan Penjahit
Penjahit atau tailor
adalah orang yang menjahit pakaian seperti kemeja, celana, rok, atau jas, untuk
lelaki dan perempuan. Untuk melakukan pekerjaannya, penjahit perlu melakukannya
dengan tangan atau dengan mesin jahit.penjahit sangat berguna. pekerjaan yang sangat mulia bermanfaat buat orang banyak
3. Pekerjaan Nelayan
Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan. Dalam perstatistikan perikanan perairan umum, nelayan adalah orang yang secara aktif melakukan operasi penangkapan ikan di perairan umum. Orang yang melakukan pekerjaan seperti membuat jaring, mengangkut alat-alat penangkapan ikan ke dalam perahu atau kapal motor, mengangkut ikan dari perahu atau kapal motor, tidak dikategorikan sebagai nelayan (Departemen Kelautan dan Perikanan,2002)
Nelayan dibedakan menjadi tiga kelompok,
yaitu nelayan
buruh, nelayan juragan dan nelayan perorangan. Nelayan buruh adalah nelayan
yang bekerja dengan alat tangkap milik orang lain. Sebaliknya nelayan juragan
adalah nelayan yang memiliki alat tangkap yang dioperasikan oleh orang lain.
Sedangkan nelayan perorangan adalah nelayan yang memiliki peralatan tangkap
sendiri, dan dalam pengoperasiannya tidak melibatkan orang lain (Subri, 2005)
Sumberdaya
nelayan dicirikan oleh pendidikan dan keterampilan yang rendah, kemampuan
manajemen yang terbatas. Taraf hidup penduduk desa pantai yang sebagian besar
nelayan sampai saat ini masih rendah, pendapatan tidak menentu (sangat
tergantung pada musim ikan), kebanyakan masih memakai peralatan tradisional dan
masih sukar menjauhkan diri dari prilaku boros (Sitorus, 1994).




